ROHIL, (Lubatnews.com) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengerahkan sekitar 400 petugas gabungan untuk menangani genangan banjir di Bagansiapiapi dan sekitarnya, Rabu (21/10/2026), melalui pembersihan drainase, parit, dan gorong-gorong guna memperlancar aliran air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Penanganan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Rohil. Personel dari masing-masing instansi dikerahkan untuk membersihkan saluran air di sejumlah titik yang dinilai memerlukan penanganan segera.
Kepala DLH Rohil, Suwandi, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan difokuskan pada jalur aliran air yang berperan penting dalam mendukung sistem drainase kawasan perkotaan. Upaya tersebut diawali sejak pagi dengan membersihkan aliran Sungai Suhub hingga Kampung Pasir, mengingat kawasan itu menjadi salah satu jalur aliran air dari sejumlah wilayah di sekitarnya.
"Sejak pagi kami membersihkan aliran Sungai Suhub hingga Kampung Pasir. Karena aliran air dari wilayah ini umumnya menuju Sungai Suhub, pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air," kata Suwandi.
Ia menjelaskan, penanganan dilanjutkan pada sore hari dengan melibatkan BPBD dan Damkar Rohil. Petugas diarahkan membersihkan drainase di sepanjang jalan kecamatan guna mengurangi hambatan aliran air yang berpotensi memperparah genangan. Pembersihan tersebut juga ditujukan untuk memperlancar aliran air menuju Sungai Pabrik hingga bermuara ke laut.
Selain kawasan Sungai Suhub dan Kampung Pasir, penanganan dilakukan di sejumlah titik lain, antara lain Bagan Timur dan Jalan Pelabuhan Baru. Petugas yang bertugas di masing-masing wilayah telah diarahkan untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik sehingga genangan dapat dikurangi dan aliran air tidak semakin terhambat.
Dari total personel yang dikerahkan, DLH Rohil menurunkan sekitar 300 petugas parit, sementara 80 personel satuan tugas penanggulangan banjir turut membantu penanganan di Bagansiapiapi. Pengerahan personel dalam jumlah besar tersebut mencerminkan upaya lintas instansi untuk menangani persoalan genangan melalui langkah operasional yang terkoordinasi.
"Kami mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui RT dan RW agar pembersihan parit dapat dilakukan bersama-sama,"
— Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi, S.Sos
Menurut Suwandi, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pengerahan petugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saluran air yang tersumbat oleh sampah maupun material lain dapat menghambat aliran air, sehingga pemeliharaan drainase perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika genangan terjadi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui koordinasi di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Partisipasi warga dalam membersihkan parit dan menjaga lingkungan dinilai penting untuk mendukung efektivitas penanganan genangan sekaligus memperkuat upaya pencegahan banjir di kawasan permukiman.
"Kami mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui RT dan RW agar pembersihan parit dapat dilakukan bersama-sama," ujar Suwandi.
Pemkab Rohil melalui instansi terkait terus melakukan penanganan di sejumlah titik yang mengalami genangan. Di samping langkah teknis yang dilakukan petugas, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan menjaga kebersihan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat.(Rls / Andriyan)

