Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, BP2KB3A Rokan Hilir Perkuat Sinergi Lintas Sektor di Hari Anak Nasional

 


ROHIL, ( Lubatnews.com ) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatat 90 pengaduan kekerasan terhadap anak, dengan mayoritas berupa kekerasan seksual. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas BP2KB3A Rohil, Hj. Cici Sulastri, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Selasa 20 Oktober 2026 sebagai sorotan penting dalam upaya memperkuat perlindungan anak.

Peringatan ini memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kekerasan serta pemenuhan hak anak secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0321 Rokan Hilir, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hilir, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hilir, Dharma Wanita Persatuan, Direktur Awal Bros Bagan Batu, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta sekitar 200 siswa dan siswi dari berbagai sekolah di Kabupaten Rokan Hilir.

Kepala Dinas BP2KB3A Kabupaten Rokan Hilir Cici Sulastri dalam sambutannya menegaskan bahwa anak merupakan aset strategis bangsa yang menentukan keberlanjutan pembangunan pada masa mendatang. Oleh karena itu, pemenuhan hak anak tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tanggung jawab keluarga, melainkan memerlukan keterlibatan pemerintah, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Cici, terdapat tiga aspek mendasar yang harus menjadi perhatian bersama dalam membangun generasi yang berkualitas, yakni perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk memastikan anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosionalnya.

"Anak merupakan aset yang paling berharga bagi keberlangsungan bangsa. Ada tiga hal penting yang harus kita pastikan, yaitu perlindungan terhadap anak, pendidikan anak, dan kasih sayang kepada anak," ujarnya.

Ia menjelaskan, Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli secara nasional merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak, mencegah berbagai bentuk kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.

Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengangkat tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut menekankan bahwa keberpihakan terhadap anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari pola pengasuhan yang positif hingga penyediaan ruang partisipasi yang memungkinkan anak berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya.

Cici menjelaskan, makna Sayang Anak mengandung pesan agar setiap anak dihargai sebagai individu yang memiliki hak, kebutuhan, dan pandangan tersendiri. Implementasinya mencakup kesediaan orang dewasa untuk mendengarkan pendapat anak, memenuhi hak-haknya, memberikan dukungan emosional, menerapkan pola asuh yang positif, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses tumbuh kembang mereka.

Sementara itu, unsur Lindungi menegaskan perlunya upaya bersama untuk membebaskan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan diskriminasi, termasuk ancaman yang berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital. Perlindungan tersebut membutuhkan kewaspadaan, edukasi, serta mekanisme penanganan yang responsif ketika anak menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan dan kesejahteraannya.

Adapun pesan Bangun Masa Depan menitikberatkan pada pentingnya memastikan akses anak terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai, pengembangan bakat dan minat, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Dengan pemenuhan hak yang menyeluruh, anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Cici turut menyoroti persoalan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Rokan Hilir. Berdasarkan pengaduan yang diterima pihaknya, tercatat sebanyak 90 kasus, dengan mayoritas berupa kekerasan seksual. Kasus-kasus tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di luar lingkungan sekolah.

"Kasus yang masuk kepada kami sebanyak 90 pengaduan dan rata-rata merupakan kasus kekerasan seksual. Kasus tersebut terjadi di lingkungan keluarga, sekolah maupun di luar sekolah," ungkapnya.

Data tersebut, menurut substansi persoalan yang disampaikan, menegaskan pentingnya memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan kekerasan, serta memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang diperlukan. Upaya tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas sektor agar penanganan kasus dapat dilakukan secara tepat dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Rangkaian peringatan HAN ke-42 tingkat Kabupaten Rokan Hilir juga diisi dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Rokan Hilir serta pelantikan Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Rokan Hilir periode 2026–2028. Pengukuhan dan pelantikan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Sarman Syahroni.

Dalam arahannya, Sarman berharap para pengurus yang baru dikukuhkan dan dilantik mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab serta berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas generasi muda. Keberadaan Forum Anak dan Forum GenRe diharapkan dapat menjadi wadah partisipasi, edukasi, dan pengembangan kapasitas bagi anak serta remaja di Kabupaten Rokan Hilir.

"Bekerjalah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan amanah ini agar ke depan lahir generasi Rokan Hilir yang berkualitas dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah," tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HAN Tahun 2026, BP2KB3A Kabupaten Rokan Hilir juga telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain apel bersama, lomba vlog pencegahan pernikahan dini, kampanye penghentian kekerasan terhadap anak dan pernikahan usia dini, peningkatan kapasitas pengurus Forum Anak Kabupaten Rokan Hilir, serta kunjungan edukasi dan literasi Forum Anak ke Kantor Perpustakaan Daerah.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak semakin menguat. Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi berlanjut dalam kebijakan, pola pengasuhan, layanan publik, dan partisipasi masyarakat yang secara konsisten menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas pembangunan daerah.(AN)

Lebih baru Lebih lama
👁️ Pembaca: Views

نموذج الاتصال