Kubu - Lubatnews.com - Lurah Teluk Merbau, Lailatul Mardiah, S.Pd., M.M., membantah tudingan yang dilayangkan oleh seorang oknum LSM melalui akun TikTok bernama Rudi Independen Rohil terkait dugaan korupsi dalam pembangunan 9 unit WC individual Tahun Anggaran 2025 di Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026), Lailatul Mardiah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam pemindahan rekening penerima manfaat ke toko bangunan maupun mengetahui adanya bon kosong sebagaimana yang dituduhkan.
"Narasi yang ditujukan kepada saya terlalu tendensius, tidak berdasar, dan itu jelas fitnah bagi saya,” tegasnya.
Lailatul Mardiah menjelaskan bahwa pembangunan 9 unit WC individual dengan anggaran Rp 11 juta per unit itu berawal dari informasi yang disampaikan oleh seorang konsultan bernama Rian. Konsultan tersebut menyampaikan bahwa Kelurahan Teluk Merbau mendapatkan bantuan untuk sembilan penerima manfaat.
“Seiring waktu, saya menerima informasi agar menyampaikan kepada penerima manfaat untuk membuka buku tabungan di Bank Riau Kepri Cabang Kubu,” ujarnya.
Setelah rekening dibuka, Lurah diminta oleh konsultan untuk memegang buku tabungan itu dengan alasan agar tidak disalahgunakan oleh penerima manfaat. Selanjutnya, konsultan meminta buku tabungan tersebut diserahkan kepada seseorang bernama Zaudi, yang disebut sebagai anggota tim konsultan.
“Setelah itu, saya tidak lagi dilibatkan dalam progres pekerjaan. Jadi, apa yang dituduhkan kepada saya adalah fitnah,” tegasnya kembali.
Lurah Teluk Merbau juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Rohil H. Bistamam, Wakil Bupati Jhony Charles, serta Dinas Perkim Rohil atas program bantuan tersebut.
"Atas nama masyarakat, kami berterima kasih atas bantuan 9 unit WC individual. Kami berharap program serupa dapat kembali direalisasikan karena masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohil, pekerjaan pembangunan 9 unit WC individual tersebut masih berjalan dan memiliki masa pengerjaan hingga Juni 2026 secara swakelola non-tunai.
"Masih ada sekitar dua bulan waktu pengerjaan. Jadi pemberitaan bahwa pembangunan WC mangkrak adalah tidak benar karena masih dalam progres,” tutupnya.(𝘼𝙧𝙙𝙞𝙮𝙖𝙣)
