ROHIL, (Lubatnews.com) - Kasus dugaan penelantaran keluarga yang melibatkan seorang pejabat publik kembali mencuat ke publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada seorang oknum Penghulu (Kepala Desa) di Kepenghuluan Teluk Pulai, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), berinisial MH.
Oknum pemimpin tersebut dilaporkan oleh istri sahnya sendiri lantaran diduga telah mengabaikan kewajiban nafkah lahir maupun batin bagi istri dan keempat anaknya dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut pengakuan sang istri, ia harus berjuang seorang diri membanting tulang untuk mencukupi seluruh kebutuhan hidup anak-anaknya tanpa ada uluran tangan maupun tanggung jawab dari MH sebagai seorang suami sekaligus kepala rumah tangga.
"Dalam beberapa bulan terakhir ini saya sendiri yang membiayai semua kebutuhan anak. Tidak ada nafkah lahir maupun batin untuk anak saya," ungkap sang istri dengan nada kecewa saat menceritakan kondisi pelik yang dihadapinya, Kamis (24/9).
Seluruh beban mulai dari biaya makan sehari-hari, tempat tinggal, hingga kelangsungan pendidikan keempat anak mereka kini terpaksa ditanggung sepenuhnya oleh sang istri seorang diri.
Kasus ini sontak menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat setempat. Sebagai seorang pemuka atau pemimpin di tingkat kepenghuluan, MH seharusnya menjadi panutan serta memberikan contoh teladan yang baik bagi warga yang dipimpinnya, alih-alih mengabaikan kewajiban moral dan hukum terhadap darah dagingnya sendiri.
Belum selesai pada persoalan penelantaran nafkah, sang istri juga membeberkan fakta lain yang menambah kekecewaannya. Ia menyebutkan bahwa MH sempat meminjam sejumlah uang darinya yang mencapai Rp11 juta. Hingga berita ini diturunkan, utang tersebut dikabarkan belum pernah dilunasi oleh sang penghulu.
Ditempat terpisah ketika awak media ini mengkonfirmasi penghulu MH terkait informasi yang beredar, Kamis (24/9/2026) Ia membenarkan, bahwa uang yang di pinjam dari istrinya itu hanya tinggal sisa Rp. 2.500.000.00 (Dua Juta Lima Ratus Ribu)
"Uangnya sudah saya bayar itu bang cuma tinggal sisanya Rp. 2.500.000.00 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) karena sampai hari ini gaji kami di kepenghuluan belum di bayarkan, "Pungkasnya.(Andriyan).
