Inspektorat Rohil Tanamkan Nilai Integritas Antikorupsi di SMPN 1 Bangko

 


Rohil, (Lubatnews.com )- Upaya membangun budaya antikorupsi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus diperkuat melalui dunia pendidikan.

Inspektorat Rohil kembali menggelar sosialisasi penanaman nilai integritas kepada pelajar, dengan memilih SMPN 1 Bangko sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan korupsi melalui pembentukan karakter sejak usia dini.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta integritas sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Kegiatan dibuka Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni ST MIP dan dihadiri perwakilan Disdikbud Rohil Mustapa, Camat Bangko Aspri Mulya, Kepala SMPN 1 Bangko Sudarmiatun, jajaran guru, serta ratusan siswa.

Materi sosialisasi disampaikan Master Arya, pegawai Inspektorat Rohil yang telah mengantongi sertifikasi pendidikan antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala SMP Negeri 1 Bangko, Sudarmiatun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh peserta mampu memahami materi yang disampaikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Terima kasih kepada Inspektorat Rohil. Kami berharap siswa dapat memahami materi dan menerapkannya dalam keseharian," ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Bangko, Aspri Mulya menilai sosialisasi tersebut menjadi langkah positif dalam memperkenalkan budaya integritas kepada generasi muda.

"Kami berharap melalui gebrakan ini semangat integritas semakin kuat di kalangan siswa," katanya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP Negeri 1 Bangko, Yuli Harnita Rozak menyebut, pendidikan karakter memiliki posisi yang sama pentingnya dengan pencapaian akademik.

"Peserta didik tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter kuat, jujur, disiplin dan berintegritas," sebutnya.

Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana aksi pencegahan korupsi yang dijalankan pemerintah daerah sesuai arahan KPK.

Menurutnya, penanaman nilai integritas perlu dimulai sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama agar budaya antikorupsi tumbuh secara alami.

Ia memperkenalkan tiga langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Pertama, membiasakan pembacaan komitmen antikorupsi setiap pelaksanaan upacara bendera pada hari Senin sebagai pengingat nilai-nilai kejujuran.

Kedua, menyediakan loker khusus untuk menyimpan barang temuan di sekolah sehingga barang yang ditemukan dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Cara ini diyakini mampu membangun budaya jujur di kalangan siswa maupun tenaga pendidik.

Ketiga, mengoptimalkan pengelolaan sumbangan sukarela sesuai Peraturan Bupati Rohil Nomor 60 Tahun 2019.

Dana tersebut dapat dikelola langsung oleh siswa sebagai media pembelajaran mengenai tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas.

"Melalui sosialisasi ini kita ingin melahirkan generasi jujur, berintegritas, dan anti korupsi," tukasnya.

Ia berharap program serupa tidak hanya dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bangko, tetapi dapat diperluas ke seluruh sekolah di Kabupaten Rohil sehingga pendidikan integritas menjadi budaya yang mengakar di lingkungan pendidikan. 𝘼𝙣𝙙𝙧𝙞𝙮𝙖𝙣

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال