Panipahan ,(Lubatnews.com )- Gedung SMAN 1 Panipahan yang terletak di bibir pantai Laut Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat abrasi dari pasang air laut yang terus mendekat, Rabu (28/1/2026)
Kepala Sekolah SMAN 1 Pasir Limau Kapas, Maryadi, M.Pd., CISTI, menyampaikan permohonan resmi kepada pemerintah daerah maupun pusat agar segera membangun turap sebagai pelindung sekolah dari ancaman keruntuhan.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Maryadi menegaskan bahwa upaya penyelamatan sekolah ini sangat mendesak.
"Kita berharap semoga ada upaya dari pemerintah untuk membuat turap agar menghindari air pasang meruntuhkan bangunan sekolah,” ujarnya di ruang kerjanya.
Maryadi mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan permohonan pembangunan turap kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Namun hingga kini, belum ada realisasi nyata dari pemerintah.
“Permohonan sudah pernah disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk membangun turap guna mencegah abrasi air laut,” katanya.
Meski keterbatasan dana, pihak sekolah berinisiatif membangun akses jalan masuk dengan menancapkan delapan tiang agar jalur menuju sekolah tidak runtuh. Namun, abrasi yang semakin parah membuat usaha tersebut belum cukup untuk menahan laju ombak.
“Diperkirakan dalam dua tahun terakhir telah terjadi abrasi sejauh enam meter mendekati sekolah akibat ombak air laut,” terang Maryadi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi seluruh warga sekolah. Maryadi berharap pemerintah segera turun tangan membangun turap permanen agar gedung SMAN 1 Panipahan tidak hilang ditelan abrasi.
"Kami berharap pemerintah dapat membangun turap untuk mencegah runtuhnya sekolah dari ombak pasang air laut yang kian lama kian mendekat,” pungkasnya.
Sekolah yang di huni hingga Lebih dari 500 siswa siswi ini menjadi pusat pendidikan bagi generasi muda di Kecamatan Pasir Limau Kapas ini kini menunggu langkah nyata dari pemerintah agar tetap berdiri kokoh di tengah ancaman abrasi.(𝘼𝙣𝙙𝙧𝙞𝙮𝙖𝙣)
