Tim Investigasi DPP Topan RI Sorot Proyek Rehab Gedung Pasar Tradisional Kuba Rp. 186 Juta Diduga Azas Keuntungan Sekelompok

 


Rohil ,( Lubatnews.com )- Proyek rehabilitasi pasar tradisional Kubu Babussalam tahun 2025 kini menjadi sorotan Tim Investigasi DPP TOPAN RI. Pasalnya, bangunan pasar tradisional tersebut telah puluhan tahun tidak berfungsi dan dibiarkan terbengkalai.

Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rokan Hilir, proyek rehabilitasi pasar itu dianggarkan sebesar Rp. 186 juta dan dimenangkan oleh CV. Ade Wirdana. Selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan, bangunan pasar tradisional tersebut bahkan diduga kerap menjadi lokasi aktivitas negatif, mulai dari tindak kejahatan, penyalahgunaan narkoba hingga perbuatan maksiat.

Tim Investigasi DPP TOPAN RI Lukman menilai bahwa anggaran Rp. 186 juta tidak memadai untuk menghidupkan kembali fungsi bangunan pasar tersebut. Mereka beralasan, ukuran bangunan pasar tradisional Kubu Babussalam cukup besar sehingga membutuhkan biaya rehabilitasi yang jauh lebih besar agar benar-benar layak digunakan.

"Gedung sebesar itu mana cukup dengan anggaran Rp186 juta untuk rehabilitasinya? Proyek apa itu? Puluhan tahun gedung itu terbengkalai. Coba lihat langsung ke dalam bangunan itu supaya tahu kondisinya,” tegas Lukman Nur Hakim

Rehabilitasi dengan anggaran tersebut juga dinilai sebagian masyarakat sebagai langkah yang terlalu dipaksakan dan berpotensi hanya menguntungkan pihak tertentu.

"Kalau memang gedung ini mau difungsikan kembali, anggaran sebesar itu jelas terlalu dipaksakan. Ini proyek mainan, untuk keuntungan sekelompok orang. Bentuk pemborosan uang negara dengan pekerjaan yang tidak logis,” lanjutnya.

Tim Investigasi DPP TOPAN RI Lukman menilai Dinas Disperindag Kabupaten Rokan Hilir tidak serius dalam menentukan prioritas pekerjaan. Pihak Disperindag dianggap lebih mengedepankan kepentingan tertentu daripada memastikan proyek yang benar-benar tepat sasaran.(𝘼𝙣𝙙𝙧𝙞𝙮𝙖𝙣)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال